Senin, 25 Maret 2019

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram


Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.

welcome to Ullen Sentalu

pintu masuk pembelian tiket

Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

ruang tunggu sebelum plant tour

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa pada zaman Kerajaan Mataram.


Ikon Ullen Sentalu, sayangnya pas hujan deres jadi ga bisa begaya heheh

Untuk dapat melakukan plant tour, pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kelompok, karena museum yang berbentuk labirin ini hanya mempunyai luas hanya 1,2 km2. Museum yang berisi tentang Kerajaan Islam Mataram ini mewajibkan semua pengunjung yang masuk dipandu oleh seorang tour guide yang paham dengan sejarah kerajaan Yogyakarta dan Solo. Tour kurang lebih selama 1 jam. Museum ini banyak dikunjungi oleh tamu semua usia dan banyak pula wisatawan asing yang berkunjung ke museum ini.

Di tengah-tengah plant tour semua tamu akan diajak ke sebuah resto yang bernuansa gotik untuk menikmati welcome drink berupa minuman hangat jahe, minuman ini dianggap sebagai minuman warisan awet muda yang disebut dengan “Wedang Ratu Mas”. Lumayan membantu menghangatkan badan karena saat saya berkunjung sedang hujan.


resto yang menyediakan Wedang untuk para pengunjung

Wedang Ratu Mas - dipercayai kalau minum ini bakal awet muda

pintu keluar, belakangnya ada resto yang super keceh buat photo-photo

Selama di dalam museum ini, semua pengunjung dilarang merekam dan mengambil gambar, so just focus on the tour guide and enjoy the museum ya….

Alamat :
Jalan Boyong No.KM 25, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Harga Tiket Masuk (HTM):
Wisatawan Domestik: Dewasa: Rp 40.000, Anak-anak (5 - 12 tahun): Rp 20.000
Wisatawan Mancanegara: Dewasa: Rp 100.000, Anak-anak (5-12) dan Pemegang KITAS: Rp 60.000

Jam Buka dan Tutup:
Senin: tutup, sesuai dengan peraturan nasional, bahwa semua museum Indonesia tutup tiap hari Senin
Selasa – Jumat: 08.30 – 16.00 WIB
Sabtu – Minggu: 08.30 – 17.00 WIB

How to Get There/Rute
Lokasinya berdekatan dan satu arah dengan Museum Merapi.
Dari Yogyakarta ikuti saja arah Jalan Kaliurang sampai KM 25, sampai menemukan gerbang pintu masuk Wisata Kaliurang. Teman-teman akan dikenakan biaya Rp. 3.000 per orang dna kendaraan mobil sebesar Rp. 4.000.

Fasilitas Wisata:
Memasuki area kawasan ini terdapat beberapa fasilitas seperti:
1.    Area parkir untuk mobil dan motor
2.    Loket tiket masuk yang akan membantu wisatawan juga untuk mendapatkan beberapa informasi
3.    Area ibadah bagi wisatawan yang beragama Islam
4.    Toilet
5.    Tempat sampah
6.    Resto setelah keluar museum

Destinasi Wisata Terdekat:
1.  Stonehenge
2.  The Lost World Castle
3.  Museum Gunung Merapi
4.  Kedai Kopi Merapi
5.  Lava Tour
6. Beukenhof Resto

Tips and Triks:
1. Siapkan bensin full ya karena didekat wilayah ini tidak ada pom bensin
2. Masuk ke museum ini dilarang membawa makanan, minuman, dan memotret hanya diizinkan setelah keluar dari museum
3. Bawa jaket bagi anda yang tidak kuat dingin, karena deket pegunungan merapi udara dan hawanya cukup dingin, di dalam museumpun cukup dingin, karena semua ruangan ber-AC
4. Pakailah pakaian yang sopan karena kita akan masuk ke kawasan budaya
5. Ikuti semua aturan yang diberitahukan oleh tour guide
6. Kalau teman-teman berkunjung pada saat musim hujan, bawalah payung, karena pindah dari satu bangunan ke bangunan lain melewati area terbuka, kalau musim hujan bisa membuat pakaian anda basah.



Rabu, 20 Maret 2019

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Welcome to Stonehenge

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Ada penjelesan tentang sejarahnya juga lohhhh

Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.


photo cantik dulu biarpun mendung :)


with my friend from Jakarta

Tempat ini bisa dipergunakan juga untuk acara prewed, saat kami ke sana juga ada yang sedang melakukan pemotretan.

How to Get There
Lokasinya cukup jauh dari Kota Yogyakarta, tepatnya di berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat dan 30 menitan dengan roda dua. Lokasinya dekat dengan area Lava Tour Merapi.

Rutenya
è  Dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Kaliurang, di pertigaan Kaliadem atau Cangkringan ambil arah kanan. Searah dengan Merapi Golf atau The Lost World Castle. Lokasinya tidak jauh dari Kopi Merapi dan berdekatan dengan daya tarik wisata The Lost World Castle.
atau 
è  Dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Kaliurang sampai menemukan arah Kaliadem ambil arah ke Bebeng, kemudian akan menemukan Dusun Petung, melewati Kopi Merapi, ambil kanan, terlihat ada gerbang The Lost World, ikutin saja jalurnya tetap lurus saja sekitar 200meteran, ada di sebelah kiri.

Tiket Masuk
Dengan membayar harga 15 ribu saja, sudah termasuk parkir, wisatawan dapat menikmati daya tarik wisata ini sepuasnya.

Fasilitas
Memasuki area kawasan ini terdapat beberapa fasilitas yang akan membuat wisatawan cukup nyaman.
1.    Ada area parkir untuk mobil dan motor
2.    Loket tiket masuk yang akan membantu wisatawan juga untuk mendapatkan beberapa informasi
3.    Area ibadah bagi wisatawan yang beragama islam
4.    Toilet
5.    Warung tempat makanan
6.    Tempat sampah

Jam Operasi
Berdasarkan informasi dari petugas, daya tarik wisata ini buka pukul 08.00 – 16.00 WIB untuk pembelian tiket dan tutup tempat wisatawanya pada pukul 05.00 WIB.

Tips
1.    Siapkan bensin full ya karena didekat wilayah ini tidak ada pom bensin
2.    Bawa makanan dan minuman dari rumah karena di wilayah ini tempat penjualan makanan hanya ada satu warung
3.    Bawa jaket bagi anda yang tidak kuat dingin, karena deket pegunungan merapi udara dan hawanya cukup dingin
4.    Bisa menggunakan sepatu atau sandal
5.    Jangan lupa bawa alat dokumentasi ya buat kenang-kenangan dan selfie bareng temen atau family
6.    Ikutan aturan dan adat istiadat yang ada disebuah destinasi wisata
7.    Yang paling penting, jangan rusak lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan ya J


Jumat, 01 Maret 2019

Memaksimalkan Pendapatan Melalui Iklan di Blog

Sabtu, 16 Februari 2019 saya mengikuti sebuah event yang di-arrange oleh KEB alias Kumpulan Emak-Emak Blogger Jogjakarta yang kolab dengan ProPS dengan mengusung tema “Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan Iklan”. Daftar ke Emak Jul (salah satu emaknya blogger Jogja yang ngehits abis), meski sedikit gak pede secara saya pemula di dunia blogging, Emak Jul meyakinkan saya untuk ikut buat belajar, baiklah karena sadar masih harus banyak belajar “klik… terima kasih anda sudah melakukan registrasi untuk acara ini” akhirnya saya melihat tulisan itu di google form di hp kesayangan saya yang sudah pecah-pecah layarnya J

KEB ini cukup ngehits loh di Jogjakarta, KEB ini komunitas emak-emak gahul yang aktif dalam kegiatan menulis melalui dunia maya atau dikenal dengan nama blogging, pokoknya keren-kerenlah mereka, biarpun udah emak-emak beranak pinak tapi goresan-goresan tangannya di dunia maya jangan ditanya, lewatlah tuh jurnal-jurnal yang saya baca (ya iyalah beda segmen kali heheeh). Mereka punya banyak prestasi dibidangnya masing-masing.

PT Promedia Punggawa Satu atau disingkat dengan nama ProPS yaitu “an advertising technology company, providing managed services, tech platform, training and consultation. ProPS is focusing its service in programmatic advertising for sell-side (publisher)”, atau dalam bahasa sundanya merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang iklan, yang menyediakan jasa pengelolaan bahkan menyediakan juga jasa training dan konsultasi pastinya di bidang teknologi dong ya. Props yang juga Google Channel Partner resmi yang ada di Indonesia ini merupakan perusahaan yang bakal ngebantuin iklan di blog kita termasuk dalam urusan adsense. Perusahaan ini masih tergolong muda loh, baru didiriin tahun 2016 tapi track recordnya udah keren loh dapat penghargaan ”Granted as Top 1 Google Healthy Inventory Award 2017 in SouthEast Asia” (sumber Linkedin).

Seneng banget ikutan acaranya ini banyak ilmu yang didapat dari pembicaranya yang super keren-keren ahli dibidangnya pastinya. Ada Mba Ilona, beliau adalah COO-nya Props. Sharing Mba Ilona ini memberikan ilmu baru yang sama sekali gak pernah saya denger sebelumnya, seperti apa itu menetasi, masalah-masalah yang dihadapi dalam monetasi seperti page latency dan viewbility rendah, ada juga berkaitan dengan platform monetasi iklan seperti CPC dan CPM. Nah yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara memaksimalkan paltform monetasi. Satu lagi terdapat beberapa peluang yang bakal didapat di masa yang akan datang kalau kita memaksimalkan monetasi yaitu dapat meningkatkan international traffic, meningkatkan RPM (biarpun traffic-nya rendah tapi RPM-nya tinggi) dan mampu mendatangkan demand untuk targetting global audience. Waahah keren dan banyak sekali manfaatnya ya ternyata pemirsah kalau kita mampu mengelola blog kita dengan menggunakan adsense. Meski masih meraba-raba istilah yang digunakan dalam dunia blogging, sedikit-sedikit saya mulai ngerti kenapa selama ini blogger-blogger yang udah profesional mengelola blognya dengan sangat apik, ternyata hal ini dapat menarik money, money, money ternyata, duuuhhh si pemula ini malu-maluin banget ya heheheheh

Pembicara kedua adalah Mba Carolina Ratri, jangan ditanya kalau udah urusan konten dalam urusan blogging, secara Mba Carolina ini adalah seorang content creator yang udah lama malang melintang dalam dunia per-blog-an. Salah satu sharingnya adalah mengenai bagaimana caranya supaya blog kita bertahan lama dan dicari oleh banyak orang yaitu tulisan dalam blog harus evergreen, tulisan berumur panjang dan informasinya tidak usang oleh waktu atau informasinya berlaku dalam jangaka panjang, tulisan sejenis ini bakal membuat pengunjung stabil, trafficnya bakal terus ada alias banyak yang nyari.

Berkumpul dengan emak-emak blogger dan dengerin sharing knowledge dari kedua pembicara ini, bikin saya termotivasi untuk menulis semua perjalanan wisata saya, kebetulan blog saya bertema perjalanan, seenggaknya itu yang lebih penting buat blogger pemula seperti saya. Untuk menghasilkan uang seperti emak-emak keceh ini, saya harus improve kualitas tulisan saya dulu dan banyak belajar juga sama tulisan-tulisan mereka, uang nanti juga ngikutin sendiri, bukan begitu emak-emak keceh….
Satu lagi, acara ini diadakan di salah satu café kece di Jogja, siapa yang gak kenal dengan Kunena Eatary. Café instagramable doyanan anak-anak nongkrong Jogja, tapi beberapa temen mahasiswa mikir-mikir katanya kalau ke sini, harus siapin fulus yang lumayan hahahahha tapi berbanding lurus dengan suasananya yang asik dan tenang….
So, mulai ngelist deh tulisan-tulisan yang mau diposting……


Minggu, 09 Desember 2018

Travelling Seru Bersama Azalea


Buat aku yang hobby-nya travelling, melakukan olahraga-olahraga yang menantang dan senang dengan kegiatan outdoor, menjadi tantangan tersendiri untuk dapat merawat my black hair. Aktifitas yang berlebih di luar ruangan membuat kulit kepala cepet kotor dan rambut jadi cepet lepek. Awalnya gak terlalu care soal perawatan rambut mungkin karena aku bisa dibilang cewek yang sedikit cuek sama penampilan, lama-lama ko jadi gak pede kalau rambutnya lepek.

Sempet bingung gimana caranya perawatan buat rambut hitamku ini yang lama-lama kok cepet banget lepek kalau kena debu, ditambah sering naik gunung berhari-hari, pastinya baukan heheeh. Stress pastinya dong, cewek gitu loh....

Eh beruntungnya Azalea by Nature ngadain temu bareng Blogger-blogger yang ada di Jogja untuk ngebahas bagaimana cara perawatan untuk rambut berhijab yang diadakan di Kunena Eatary pada 25 November  2019. Acaranya seru banget, jadi ajang ketemu sama blogger-bloger se-Jogja. Acara ini juga diisi dengan seminar tentang bagaimana cara membranding diri sebagai travel blogger oleh Mba Dian.

Dalam acara ini Nature sekaligus melaunching produk barunya yaitu Azalea Anti Dandruff dan Azalea Hair, Hijab & Body Mist sebagai shampoo hijab bagi perempuan berhijab, eiiittsssss tapi keduanya bisa dipakai juga buat yang gak berhijab kayak aku loooooh. Sebelumnya aku pernah mengalami rambut rontok dan sudah mencoba beberapa produk shampo anti rontok tapi gak bepengaruh apa-apa, sampai akhirnya menggunakan produk Nature ini daaaannnn rontokpun berkurang.

Dan ini keduakalinya menggunakan produk dari Nature, awal pemakaian rambut terasa sangat bersih, kesat namun agak kasar. Agak ragu mau melanjutkan produk ini, tapi beberapa informasi dari teman-teman yang sudah pakai, katanya awalnya memang seperti itu, akhirnya kuputuskan untuk terus menggunakan produk ini. Setelah pemakaian minggu kedua, perubahan rambut menjadi mengkilap, tidak terlalu lepek mulai terasa.

Saat ini saya menggunakan Shampo Azalea Shampoo Hijab warna hijau yang mengandung bahan alami Zaitun Oil, Ginseng Extract dan Menthol yang cocok dengan rambutku yang sering rontok. Selain itu juga membantu dalam proses perawatan rambut seperti :
  1. Membersihkan dan membantu merawat kulit kepala dan rambut tetap segar dan pastinya bebas lepek
  2. Membantu menjaga kekuatan akar rambut
  3. Membantu melembutkan rambut
  4. Mmebuat kulit kepala dan rambut terasa dingin dan sejuk

Paling suka sama Azalea Hair, Hijab & Body Mist karena selain bisa dipakai buat rambut bisa dipakai juga buat badan. Wanginya segar, dan aku pakai biasanya buat badan, kadang untuk rambut tapi penggunaannya aku semprot dulu ke sisir, jadi wanginya tidak terlalu nyengat di rambut. Konon katanya, produk azalea yang dikeluarkan oleh PT Gondowangi ini dibuat dari bahan-bahan alami yang tidak merusak rambut.

Sementara untuk produk hair body mistnya mengandung Zaitun Oil, Aloe Vera Extract dan Menthol yang mempunyai manfaat besar bagi rambut kita:
  1. Membantu mengharuskan dan menyegarkan rambut sehingga bebas dari bau lembab dan lepek
  2. Membantu mengharusmkan kerudung atau hijab
  3. membantu menutrisi dan merawat setiap helaian rambut

ukurannya mungil, cocok buat travelling

Pokoknya, shampo sama hair body mistnya rekomended banget deh, kemasannya simple dan enak kalau dibawa buat jalan-jalan kayak saya yang hobbynya travelling di alam bebas, apalagi hobby aku yang suka naik gunung sampai berhari-hari di atas gunung, ngebantu banget deh biar rambutnya gak bau, so simple.

Dan jangan lupa ya follow akun sosial medianya Nature khususnya Azalea untuk mendapatkan informasi dan update terbaru dari si produk cantik ini. IG nya bisa follow di @azaleabeautyhijab atau bisa like fanpage Facebook Azalea Beauty Hijab. 

Selamat mencoba buat kamu yang mau menjaga rambut kesayangannya 🙂🙂🙂🙂



Sabtu, 10 November 2018

Melangkah Tegap Menuju Puncak Gunung Sindoro

Gunung Sindoro merupakan salah satu gunung yang berada di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai ketinggian 3.153 mdpl. Terkenal sebagai salah satu dari 3 gunung tertinggi di Jawa Tengah, dan banyak pendaki menyebutnya dengan istilah Gunung 3S, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Karena ketiga gunung ini bersebelahan, sehingga kita bisa menikmati pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Slamet dari puncak gunung ini. Sindara atau Sundoro merupakan nama lain dari gunung ini. 

rute menuju puncak
pict taken by Kris, edited by me

Saya berangkat dari Yogyakarta bersama 3 orang teman dengan sistem shared cost menyewa kendaraan pribadi untuk satu hari (24 jam) dan melakukan pendakian melalui Kledung.

Hari ke-1 (Pos 1 – Sunrise Camp)
Saya bersama teman-teman berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 16.30, perjalanan ditempuh dengan normal sekitar 1-2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Karena kami berangkat pas weekend jadilah kondisi jalan lumayan ramai dan padat.

Sampai di basecamp sekitar pukul 19.00. Kami merapikan barang-barang yang akan dibawa, makan malam, dan kemudian melakukan registrasi ke basecamp. untuk berempat kami membayar biaya registrasi sebesar 65 ribu rupiah (10 rb per orang, 5 rb untuk sumbangan, 3 ribu untuk PMR - untuk sumbangan dan PMR bayar per kelompok) dan menitipkan identitas (KTP) dan cukup menitipkan KTP satu orang saja namun tetap mencatat nama-nama kami demi keselamatan. Pastikan ya jumlah bukti bayar yang 10 rb per orang jumlahnya sesuai dengan jumlah orang, karena kami kemarin ber empat hanya diberikan bukti bayarnya 2 orang, jadi kalau ada apa-apa kita tidak punya bukti untuk claim).

Pukul 20.00 kami menuju Pos 1 dengan menggunakan jasa ojek sampai ke pertengahan pos 2. Kami sempat bertemu dengan beberapa pendaki yang berjalan kaki yang akan naik ataupun turun. Perjalanan ojek ini sekitar 20 menitan. Waktu itu HP saya sempat ketinggalan di tempat makan, sehingga saya harus kembali lagi, untungnya masih dekat-dekat dengan basecamp dan motor bapak ojeknya bermasalah, jadilah kerumahnya dulu untuk ganti motor dan ini lumayan memakan waktu.

Pukul 20.45 kami memulai perjalanan kami menuju Pos 2, kami tempuh sekitar 35 menit atau sekitar pukul 21.20 kami tiba di Pos 2 namun saya dan teman-teman tidak berhenti dan lanjut ke Pos 3.

Dari Pos 2 ke Pos 3 ditempuh sekitar 1,5 jam atau kami tiba sekitar pukul 22.50 dan kami sempat beristirahat sebentar di Pos 3 kurang lebih 10 menit. Di pos ini saya lihat tenda-tenda sudah memenuhi semua area camp sampai ke jalur-jalur miringnya.

Pukul 23.05 kami lanjutkan ke Sunrise Camp. Pukul 23.20 saya dan teman-teman tiba di Sunrise Camp dan wooooooow penuh sekali dengan tenda-tenda pendaki, lumayan lama kami mencari-cari tempat mendirikan tenda namun tidak dapat tempat yang aman, akhirnya memutuskan mendirikan camp persis sebelah plang tulisan Sunrise Camp, karena hanya di tempat itu yang tanahnya datar.

Sunrise Camp, salah satu tempat camp yang bisa lihat sunrise/sunset
pict taken by Younkie

Pada malam hari, dari pos ini kita bisa menyaksikan tenda-tenda yang indah bertebaran di Pos 3 dengan lampu dan warna tenda yang bermacam-macam.

Selesai mendirikan tenda, kami masak, makan dan have a nice dream......

Hari ke-2
Kami bangun pukul 04.30 cuaca di luar cukup dingin sampai tenda kami berembun. Pukul 05.10 saya melihat sang mentari menyinarkan wajahnya. Sambil masak-masak saya dan teman-teman pendaki lainnya menikmati sunrise yang indah dari tempat ini.

Pukul 06.00 kami berangkat menuju puncak, perjalanan kali ini saya lalui dengan cukup santai, sembari menikmati pemandangan indah Gunung Slamet dan Sumbing, selian itu jalur menuju puncak berupa bebatuan berpasir dan menanjak membuat nafas saya ngos-ngosan karena lama tidak trekking dan olahraga :)


biar kekinian kayak gen-x :)
pict taken by Younkie

Pukul 08.00 kami sampai puncak dan mengambil beberapa photo. Selain menikmati pemandangan alam dan kawahnya yang kering, saya juga memperhatikan pemandangan takjub yang belum pernah saya lihat sebelumnya di puncak selama saya mendaki gunung. Jumlah pengunjung, yah jumlah pengunjung gunung saat itu lebih dari 200 orang dan saya lihat masih banyak dibawah yang belum sampai puncak. Ramai sekali untung saja puncak gunung ini cukup luas.

ga afdolll kalau ga photo keluarga di puncak :)

Pukul 09.00 kami memutuskan turun dan perjalanan lagi-lagi dilakukan dengan santai, karena turunannya sangat tajam, berkerikil, bebatuan dan berpasir sehingga harus hati agar tidak terpeleset dan debunya tidak kena ke pendaki di belakang atau di depan saya. saat turun saya dan teman-teman sempat berhenti beberapa kali untuk berphoto dibeberapa spot. Saat itu cuaca sangat cerah sehingga pemandangannya sangat cerah.

jalur turun ditemani pemandangan cerah nan indah

Sekitar pukul 11.00 kami sampai di Sunrise Camp, karena lelah saya dan teman-teman sempat tidur sebentar. Kemudian dilanjutkan masak, makan, dan berkemas untuk turun.

salah satu rute naik

Sekitar pukul 13.30an kami turun menuju basecamp. Pukul 15.35 kami sampai di basecamp, lanjut ke tempat pendaftaran untuk lapor bahwa kami sudah turun.

photo dulu di pintu rimba alias pintu masuk sebelum pulang

Pukul 16.00 mobil yang menjemput kami tiba, and I am coming Yogyakarta.
Feeling tired, thanks buat pengalamannya hari itu Tuhan dan terima kasih buat Kris, Diki, dan Yongki.

See you in the next trip ya guys......